Pelajar tidak cukup hanya kuasai iptek

menteri pendidikan
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, mengatakan pelajar tidak hanya cukup menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tetapi juga harus menguasai seni dan budaya.

“Melalui pembelajaran seni budaya di sekolah, para pelajar diharapkan memiliki sesuatu yang lebih paripurna, yang berkaitan dengan pengetahuan, nilai seni budaya, keterampilan, dan sikap yang baik,”ujar Mendikbud, di Jakarta, Senin.

Kemdikbud juga memasukkan mata pelajaran seni budaya sebagai bagian penting di dalam Kurikulum 2013.

Mendikbud menambahkan apresiasi seni dan budaya pelajar yang tertuang dalam Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN) yang diselenggarakan setiap tahunnya itu sangat penting.

LCSPN 2014 digelar tiga kementerian terkait yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg).

Lomba yang digelar dalam rangkaian menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-69 ini diikuti 331 pelajar SD dan SMP dari 32 provinsi di Tanah Air, dan diselenggarakan di Istana Cipanas, 9 Agustus.

Lomba terbagi dalam lima kategori, yaitu Lomba Cipta Puisi, Seni Lukis, Desain Motif Batik, Membatik pada Kain Mori, dan Lomba Cipta Lagu.

“Kemdikbud pun memberikan beasiswa khusus kepada seluruh peserta LSCPN 2014. Khusus tahun ini, ada pula hadiah bagi pemenang lomba fotografi tingkat SMA, mahasiswa, dan umum,” jelas dia.

Upaya penting

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Kacung Marijan, menambahkan LCSPN ini menjadi salah satu upaya penting untuk pembangunan karakter bangsa yang berbasis pada budayanya sendiri.

“Dengan pembangunan karakter, para pelajar diharapkan memiliki rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air serta mampu menjadi bagi dari masyarakat Internasional yang dinamis,” ungkap Kacung.

Kacung menjelaskan bahwa LCSPN pertama kali digelar pada 2006 di Taman Bunga Nusantara Cipanas, Bogor. Dan pada tahhun 2006 sampai 2008 hanya dua materi yang dilombakan, yakni lomba lukis dan cipta puisi.

Pada 2009, ditambahkan lomba pencipta lagu, sehingga ada tiga materi yang dilombakan. Kemudian di tahun 2010 dan 2011 materi ditambah menjadi empat jenis yakni lomba lukis, cipta puisi, cipta lagu, dan lomba desain motif batik.

“Kemudian pada tahun 2012, 2013, dan 2014 materi ditambah lagi dengan lomba membatik,” terang Kacung.

Menparekraf Mari Elka Pangestu menilai lomba yang merupakan usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sangat berguna untuk menggali kreativitas sejak dini.

“Kita berharap adik-adik kita adalah cikal bakal orang kreatif di masa depan,” ujar Mari.

Mari mengatakan antusiasme anak-anak untuk mengikuti lomba itu sangat luar biasa. Lomba itu membuat anak-anak yang sebelumnya tak mengenal bagaimana membuat batik, menjadi mahir dalam membuat batik.

“Ini ajang yang bagus untuk melombakan karya seni anak dari seluruh Indonesia”.

Peserta yang ikut dalam LCSPN ke-9 ini, terlebih dahulu di seleksi di daerah masing-masing di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga yang berkompetisi di Istana Kepresidenan Cipanas ini adalah mereka yang terbaik. Sumber: http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/pelajar-tidak-cukup-hanya-kuasai-iptek/

0 Response to "Pelajar tidak cukup hanya kuasai iptek"

Post a Comment