Mendikbud Paparkan Kurikulum 2013 di Konferensi Internasional ISESCO

Jakarta, Kemdikbud --- Dalam konferensi internasional tentang kebudayaan Islam di Madinah, Arab Saudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjadi salah satu pembicara. Selain menyampaikan strategi kebudayaan gaya Wali Songo dan konservasi budaya, Mendikbud juga memberikan pemaparan sekilas tentang Kurikulum 2013.

Menteri Nuh mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan masyarakat multikultural harus memiliki sikap saling pengertian, mengakui keberagaman, keunikan, menghormati budaya dan agama lain. Kurikulum 2013 merupakan salah satu faktor pendukung dalam hal ini, karena Kurikulum 2013 menyoroti pentingnya memanusiakan manusia.

Mulai tahun 2013, jelas Mendikbud, Indonesia telah menerapkan Kurikulum 2013. Kurikulum baru ini menekankan kebutuhan siswa untuk menguasai kompetensi abad ke-21, yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan.

“Sikap adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk menghasilkan masyarakat yang lebih peduli dan toleran, dan warga negara yang efektif . Sementara pengetahuan dan keterampilan adalah kompetensi penting untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan,” ujarnya di hadapan puluhan  menteri dan wakil pemerintah bidang kebudayaan negara berpenduduk  mayoritas muslim, di Madinah, (22/1/2014).

Mendikbud juga mengatakan, pada tahun pelajaran 2014/2015, pelaksanaan Kurikulum 2013 akan ditingkatkan hingga nasional, yang melibatkan lebih dari 208.000 sekolah, 31 juta siswa dan sekitar 1,4 juta guru.

“Kami percaya bahwa melalui program strategis ini, proses pembelajaran akan dapat meningkatkan kreativitas siswa secara maksimal, dan mempromosikan siswa lebih toleran dan peduli,” katanya.

Konferensi internasional tentang kebudayaan Islam di Madinah, Arab Saudi, diselenggarakan oleh ISESCO (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization). ISESCO adalah organisasi yang memberikan perhatian pada bidang pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan, dan merupakan salah satu badan khusus di bawah Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Negara anggota ISESCO yaitu lima puluh negara Islam, yang juga merupakan negara anggota OKI, serta tiga negara observer, yaitu Thailand, Turkish Republic of Nothern Cyprus, dan Rusia. (Desliana Maulipaksi)
Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2052

0 Response to "Mendikbud Paparkan Kurikulum 2013 di Konferensi Internasional ISESCO"

Post a Comment